Jika kita kredit angsuran Rp. 1 juta tentunya uang mukanya Rp. 5 juta atau sebaliknya jika kita dapat fasilitas bunga 0% uang mukanya bukanlah Rp. 10 juta. Karena bahasa iklannya menggunakan kata pemisah "atau"
Supaya tidak dirugikan coba kita hitung manual. Sebuah mobil second toyota starlet 1995 harga Rp. 50 juta. Dengan uang muka Rp. 10 juta dan angsuran Rp. 1 juta selama 3 tahun (36 bulan) jadi total dana yang kita keluarkan uang muka 10 juta + Angsuran 36 juta = 46 juta itu belum termasuk asuransi, biaya administrasi dan beban bunga yang diberikan leasing atau bank pemberi pinjaman yang total tambahan bisa mencapai Rp. 15 juta. Jadi harga mobil starlet naik Rp. 11 juta setelah 3 tahun kemudian
Supaya bisa didapatkan starlet di atas caranya kita hitung dengan rumus
Note :
- OTR = Harga On The Road
- TDP = Total Down Paymen (uang muka total)
- Ass = Asuransi
- Rate = Suku bunga pinjaman
- Tenor = Masa kredit 1,2 atau 3 tahun
Pada contoh diatas. Dp = Rp. 50 juta x 20% = Rp. 10 Juta. Asuransi TLO 3 tahun Rp. 50 Juta x 3,5% = Rp. 1,75 juta. Asministrasi 3 tahun = Rp. 500.000 total = Rp 12.25 juta
Hasil ini 50 juta - 12.25 juta x 1,33 (rate bunga 3 th = 11% x 3) = Rp. 50.207 juta
Untuk pembaginya 36 bulan - 1,33 = 34.67
jadi hasilnya Rp. 50.207 dibagi 34.67 = Rp. 1.448.000 juta / bulan
Jadi sebagai acuan bila kita kita mau kredit mobil murah dengan harga Rp 50 juta dan uang muka Rp. 12.25 juta angsurannya Rp. 1.448 juta / bulan selama 3 tahun.